RPP Terbaru Al-Qur’an Hadis Kelas VII Kurikulum 2013

By | February 9, 2016

RPP Al-Qur’an Hadis Kelas VII Kurikulum 2013 – Bagi anda guru Qur’an hadist atau Qurdis MTs kelas VII pasti membutuhkan RPP, SIlabus, Prota, Promes. Nah, jika anda memiliki banyak waktu dan tenaga, memang sebaiknya anda membuatnya. Jika anda download RPP sebenarnya bisa saja, kalau ada. Tetapi bagaimana jika tidak ada, apakah anda sudi jika Tunjangan Profesi anda terhenti gara-gara tidak memiliki administrasi berupa perangkat pembelajaran.

Nah, kami berikan satu contoh RPP Qur’an Hadist Kurikulum 2013 untuk anda. Anda bisa mempelajarinya lalu kemudian mulai mengetik, pelan-pelan, lama-lama pasti jadi. Jadi silakan download RPP QUr’an Hadist MTs Kurikulum 2013.

RPP Al-Qur’an Hadist Kurikulum 2013 MTs Kelas VII (Download Disini)

RPP Terbaru Al-Qur’an Hadis Kelas VII Kurikulum 2013

rpp kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan              :   MTs _________________

Mata Pelajaran                   :   Al-Qur’an dan Al-Hadis

Kelas/Semester                   :   VII / I

Materi Pokok                      :   1. AL-QUR’AN DAN AL-HADIS SEBAGAI PEDOMAN

                                                  HIDUPKU

Alokasi Waktu                    :   6 x 2 x 40 menit (6 pertemuan)

 

  1. Kompetensi Inti :

(K1)    :  Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

(K2)    :  Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

(K3)   :  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

(K4)   :  Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,

dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.1     Memahami kedu-dukan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman hidup umat manusia

Indikator

3.1.1    Mendefinisikan pengertian al-Qur’an

3.1.2    Menjelaskan pengertian al-hadis

3.1.3    Mengidentifikasi fungsi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

3.1.4    Menyimpulkan kedudkan al-hadis sebagai pedoman hidup

3.1.5    Mendiskripsikan cara efektif memfungsikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

4.1     Mempraktikkan ca-ra hidup yang sesuai dengan Al Qur’-an dan hadis

Indikator

4.1.1    Mempresentasikan ciri prilaku hidup yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis

 

 

  1. Tujuan Pembelajaran

Melalui pendekatan saintifik dengan metode kooperatif siswa dapat:

 

  1. Materi Pembelajaran
  2. Pengertian dan fungsi Al Quran dan Hadits

Al-Qur’an menurut bahasa berasal dari kata قرأ – يقرأ – قرآن   yang berarti membaca bacaan. Al-Qur’an berarti bacaan yang sempurna.

Sedangkan Al-Qur’an menurut Istilah adalah: Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril dan membacanya adalah ibadah. Rasulullah banyak menerima wahyu dari Allah baik seca ra langsung maupun perantara Malaikat Jibril dan dibukukan, tetapi tidak disebut Al Qur’an dan membaca tidak dinilai ibadah.

Al-Hadis identik dengan as-sunnah yaitu “segala sesuatu yang dinukil dari Nabi  Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat-sifat lahir dan bathinnya ataupun perjalanan hidupnya sejak sebelum diangkat menjadi Rasul seperti bertahannust di gua Hira’ maupun sesudah diangkat menjadi Rasul.”

  1. Cara memfungsikan Al-Quran dan Hadits

Ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadis diterapkan dengan memfungsikannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan pribadi yang berhubungan langsung antara diri seseorang dengan Allah, atau kehidupan keluarga yang berhubungan dengan seluruh anggota keluarganya, kehidupan masyarakat yang mengatur kehidupannya sebagai makhluk social atau kehidupan berbangsa yang menuntun manusia agar dapat menjadi warga Negara yang baik dengan tetap berpedoman kepada Al-Qur’an dan al-Hadis

 

  1. Cara mencintai Al Quran dan Al Hadits

 

SUPLEMEN MATERI UNTUK GURU

 

Sikap generasi sahabat Rasulullah SAW terhadap al-Qur’an adalah :

1. Membaca dengan benar, mengimani ayat-ayatnya dan mentadabburkannya. Firman Allah SWT : “Apakah mereka tidak mentadabburkan al-Qur’an? Ataukah dalam hati mereka ada kunci?” (QS Muhammad : 24).

  1. Mencurahkan perhatian yang besar untuk membaca dan mempelajari kandungan al-Qur’an, yang sangat jauh berbeda dengan generasi kaum muslimin saat ini yang demikian jauh dari petunjuk PEMILIK dan PENCIPTA-nya, yang jangankan memahaminya, membacanyapun seolah tak ada waktu… Maha Benar ALLAH dg firman-Nya : “Pada hari dimana berkatalah Rasul : Wahai RABB-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan. Dan demikianlah KAMI jadikan bagi setiap nabi, musuh-musuh dari orang-orang yang berdosa, dan cukuplah RABB-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS al-Furqan : 30-31).

Berkata al-hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya : Yang dimaksud meninggalkan Al-Qur’an dalam ayat ini yaitu mencakup : Mengutamakan hal-hal lain daripada al-Qur’an, tidak beriman pada ayat-ayatnya, tidak mentadabburkannya, tidak memahami apa yg ia baca, tidak mengamalkan ayat-ayat yang dibaca, disibukkan oleh syair-syair, pendapat-pendapat dan lagu-lagu.. (Tafsir Ibnu Katsir, juz III hal 317)

  1. Menjadikan Al-Qur’an sebagai standar kehidupan dan sumber pengambilan hukum dalam tiap aspek kehidupan mereka. Dalam salah satu hadits disebutkan:

Dari Harts al-A’war ia berkata : Aku lewat di mesjid dan melihat orang-orang sedang asyik bercerita-cerita, maka aku kabarkan pada Ali ra : Wahai Amirul Mu’minin, tidakkah Anda mengetahui orang sedang asyik bercerita? Maka beliau menjawab : Apakah mereka melakukannya? Maka jawabku : Benar! Maka kata beliau : Adapun aku pernah dinasihati oleh kekasihku SAW : Sesungguhnya kelak akan datang bencana. Maka kataku : Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasul Allah? Maka jawab beliau SAW : Kitabullah! Karena di dalamnya terdapat kabar tentang ummat-ummat sebelum kalian, dan berita-berita tentang apa yang akan terjadi setelah kalian, dan hukum-hukum bagi apa yang terjadi di masa kalian, ia adalah jalan yg lurus dan tidak ada kebengkokan, tidaklah para penguasa yang meninggalkannya akan dihinakan ALLAH, dan tidaklah orang yang mencari petunjuk selainnya akan disesatkan ALLAH, dia adalah tali ALLAH yang sangat kokoh, cahaya-NYA yang terang benderang, peringatan-NYA yang paling bijaksana, jalan-NYA yg paling lurus. Dengannya tidak akan pernah puas hati orang yang merenungkannya, dan tidak akan bosan lidah yang membacanya, dan tidak akan lelah orang yang membahasnya. Tidak akan kenyang ulama mempelajarinya, tak akan puas muttaqin menikmatinya. Ia tak akan bisa dipatahkan oleh banyaknya penentangnya, tak akan putus keajaibannya, tak akan henti-henti jin yg mendengarkannya berkata : Sungguh kami telah mendengar Al-Qur’an yg menakjubkan… Barangsiapa yang mempelajari ilmunya akan terdahulu,
barangsiapa yang berbicara dengannya akan benar, barangsiapa berhukum dengannya akan adil, barangsiapa yang beramal dengan membacanya akan dicukupkan pahalanya, dan barangsiapa yang berdakwah kejalannya akan diberi hidayah ke jalan yg lurus. Amalkan ini wahai A’war..
(HR ad-Darami dan teks ini darinya, juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata hadits gharib)

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=231

Apakah AI-Quran itu

dan Siapakah Muhammad itu?

Al-Quran adalah firman Allah sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk semua subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual-beli, hukum, dan lain-lain. Akan tetapi yang Paling utama adalah hubungan antara Allah dan makhluk Nya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berperi laku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.

Mushaf al-Quran diturunkan kepada Nabi Muham­mad SAW dalam bahasa Arab. Sehingga banyak terjemahan al-Quran, baik yang diterjemahkan ke daiam bahasa Inggris atau bahasa lain. Tidak ada al-Quran lain atau versi lain al-Quran selain al-Quran itu sendiri. Al-Quran tetap eksis hanya dalam bahasa Arab sejak diturunkan.

Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah, Jazirah Arab, tahun 570 M. Ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan sebentar kemudian ibunya juga meninggal. Akhirnya beliau diasuh pamannya, salah satu orang yang dihormati di suku Quraisy. Dia diasuh dalam keadaan buta huruf tidak dapat membaca atau menulis dan tetap dengan keadaan demikian sampai meninggal. Begitu beliau tumbuh dewasa, dia terkenal sebagai seorang yang jujur, terpercaya, dermawan, dan tulus hati. Karena dia orang yang dapat dipercaya, dia mendapat julukan al-Amin.

Nabi Muhammad SAW sangat tafakur dan dia sangat dibenci oleh masyarakat yang menyembah berhala sepanjang dekade. Pada waktu berumur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu itu berlangsung selama 23 tahun dan terkumpul dalam sebuah mushaf yang terkenal dengan nama al-Quran.

Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad SAW yang juga dijadikan sumber kedua. Akan tetapi, pernyataan ini tidak dijadikan susunan kata secara langsung dari Allah. Sesegera mungkin dia mulai menyampaikan al-Quran dan mengajarkan kebenaran yang telah Allah turunkan kepadanya, dia dan pengikutnya yang masih sedikit mendapat penyiksaan dari orang-orang kafir. Penganiayaan itu semakin berat sampai tahun 622 M, dimana Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah.

Hijrah ini dari kota Makkah ke kota Madinah, sekitar 400 kilometer ke arah utara. Peristiwa hijrah ini lantas dijadikan sebagai pedoman kalender Hijriah.

Setelah beberapa tahun, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sanggup untuk kembali ke Makkah di mana mereka memaafkan musuh-musuhnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh ke Jazirah Arab. Dan sampai berabad-abad sepeninggainya, Islam telah menyebar ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur sejauh Cina.

Di antara alasan-alasan mengapa Islam cepat berkembang dan menyebar karena Islam mengajarkan kebenaran dan perdamaian. Islam memiliki keyakinan, mengajarkan, dan merupakan agama tauhid, yaitu yang hanya menyembah satu tuhan, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang memiliki sifat jujur, adil, murah hati, selalu mengasihi, dan pemberani. Dia menghilangkan semua tindak kejahatan dan berusaha sejauh mungkin semata-mata demi agama Allah dan pahala-Nya di akhirat nanti. Semua urusan dan perbuatannya dia sandarkan pada Allah.

Sumber: “Bukti Kebenaran Al-Qur’an” oleh : Abdullah M. al-Rejhaili

  1. Metode Pembelajaran
  • Pendekatan         : Pendekatan Ilmiah (scientific)
  • Model                 : Pembelajaran yang berbasis masalah (problem-based

                             learning)

  • Metode               : Ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

 

  1. Media dan Sumber Pembelajaran
  • Media : Multimedia interaktif/CD interaktif/video
  • Alat : Poster/Kartu

 

Sumber Belajar

  • Al-Qur’an dan Al-Hadis
  • Buku Guru dan Buku Siswa Al-Qur’an dan Al-Hadis Kelas 7 MTs

 

  1. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

        Pertemuan Pertama

No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan

·        Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.

·        Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

·        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

·        Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.

·        Untuk menguasai kompetensi ini salah satu model pembelajaran yang cocok di antaranya model direct instruction (model pengajaran langsung) yang termasuk ke dalam rumpun model sistem perilaku (the behavioral systems family of model). Direct instruction diartikan sebagai instruksi langsung; dikenal juga dengan active learning atau whole-class teaching mengacu kepada gaya mengajar pendidik yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkan memberikan koreksi, dan memberikan penguatan secara langsung pula. Model ini dipadukan dengan model artikulasi (membuat/mencari pasangan yang bertujuan untuk mengetahui daya serap peserta didik).

 

 

10 menit

2. Inti

1.      Guru mengajak peserta didik mencermati 2 kasus di dua keluarga

1) Tentang keluarga bahagia,  

 

“keluarga Pak Darmawan terdiri dari isteri dan kedua anaknya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar dan menengah. Keduanya tidak pernah membantah ayah dan ibunya, apalagi membentaknya. Begitu pula Pak Darmawan dan isterinya sangat mencintai kedua puteranya, membimbingnya dan selalu mengingatkan jika mereka bersalah dengan penuh bijaksana dan tetap berpedoman dengan tetap berpedoman dengan Al-Qur’an dan Hadis. Keluarga mereka menjalankan kehidupannya dengan damai dan penuh kebahagiaan. Meski beberapa kesulitan mereka alami, namun dengan ketaqwaan penuh mereka dapat melaluinya dengan lancar.”

2) Tentang keluarga berantakan

 

“Sudah beberapa hari ini Arman tidak pulang ke rumah. Arman merasakan bahwa ayah ibunya tidak menyayanginya karena mereka terlalu sibuk dalam urusan pekerjaannya.  Hingga akhirnya Ayah dan ibunya mendapatkan berita penangkapan Arman oleh kepolisian karena ia terlibat pengedaran narkoba. Karena merasa benar, ayahnya menyalahkan ibunya yang dirasa tidak memperhatikan anak begitu pula sebaliknya. Sehingga kasus Arman menjadikan hubungan ayah dan ibunya memburuk dan akhirnya mereka bercerai.”

 

2.      Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.

3.      Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan kasusnya. Dan peserta lain mendengarkan.

4.      Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.

5.      Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya

 

60 menit
3. Penutup

·        Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.

·        Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.

·        Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.

 

 

10 menit

 

        Pertemuan Kedua

No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan

·        Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.

·        Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

·        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

·        Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.

·        Untuk menguasai kompetensi ini salah satu model pembelajaran yang cocok di antaranya model direct instruction (model pengajaran langsung) yang termasuk ke dalam rumpun model sistem perilaku (the behavioral systems family of model). Direct instruction diartikan sebagai instruksi langsung; dikenal juga dengan active learning atau whole-class teaching mengacu kepada gaya mengajar pendidik yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkan memberikan koreksi, dan memberikan penguatan secara langsung pula. Model ini dipadukan dengan model artikulasi (membuat/mencari pasangan yang bertujuan untuk mengetahui daya serap peserta didik).

 

 

10 menit

2. Inti

Dalam hal ini guru berusaha untuk menstimulasi peserta didik agar kritis dalam mengamati atau menyimak sesuatu. Sehingga dapat memotivasi peserta didik  untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temannya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan pentingnya Al-Qur’an dan al-Hadis dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan:

 

 

NO

Kata tanya Pertanyaan
1 Apa Apa penyebab keretakan keluarga
2 Siapa Siapa yang paling bertanggung jawab pada keretakan keluarga
3 Mengapa Mengapa seorang anak berani melakukan hal-hal yang membahayakan
4 Bagaimana Bagaimana seorang bapak mampu mendekatkan hatinya kepada keluarganya sepenuh hati
  dst  

 

Catatan:

 

1.   Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.

2.   Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan.

3.   Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas.

4.   Setelah terkumpul pertanyaan-pertanyaan tersebut. Guru meminta melakukan kegiatan selanjutnya

 

60 menit
3. Penutup

·        Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.

·        Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.

·        Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.

 

 

10 menit

 

        Pertemuan Ketiga

No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan

·        Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.

·        Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

·        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

·        Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.

·        Untuk menguasai kompetensi ini salah satu model pembelajaran yang cocok di antaranya model direct instruction (model pengajaran langsung) yang termasuk ke dalam rumpun model sistem perilaku (the behavioral systems family of model). Direct instruction diartikan sebagai instruksi langsung; dikenal juga dengan active learning atau whole-class teaching mengacu kepada gaya mengajar pendidik yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkan memberikan koreksi, dan memberikan penguatan secara langsung pula. Model ini dipadukan dengan model artikulasi (membuat/mencari pasangan yang bertujuan untuk mengetahui daya serap peserta didik).

 

 

10 menit

2. Inti

  1. Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di “bukalah wawasanmu
  2. Peserta didik diberi waktu membaca dan menelaah “bukalah wawasanmu
  3. Guru meminta peserta didik untuk mencatat jawaban-jawaban berdasarkan “bukalah wawasanmu
  4. Jika ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya, guru bisa memberikan penjelasan singkat atau memberikan sumber-sumber bacaan yang bisa peserta didik dapatkan.

 

 

Catatan:

Jika ada pertanyaan yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam, guru bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi tugas mandiri.

 

60 menit
3. Penutup

·        Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.

·        Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.

·        Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.

 

 

10 menit

 

        Pertemuan Keempat

No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan

·        Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.

·        Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

·        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

·        Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.

·        Untuk menguasai kompetensi ini salah satu model pembelajaran yang cocok di antaranya model direct instruction (model pengajaran langsung) yang termasuk ke dalam rumpun model sistem perilaku (the behavioral systems family of model). Direct instruction diartikan sebagai instruksi langsung; dikenal juga dengan active learning atau whole-class teaching mengacu kepada gaya mengajar pendidik yang mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkan memberikan koreksi, dan memberikan penguatan secara langsung pula. Model ini dipadukan dengan model artikulasi (membuat/mencari pasangan yang bertujuan untuk mengetahui daya serap peserta didik).

 

 

10 menit

2. Inti

Pada kegiatan ini, terdapat berbagai pilihan kegiatan yang dapat membantu peserta didik untuk dapat menalar dan mengembangkan pikirannya. Sehingga siswa semakin kuat pemahaman dan berkembang daya nalarnya. (kondisional, guru dapat menugaskan peserta didik dengan skala prioritas mana tugas penalaran yang dapat digunakan atau  mungkin dapat dilakukan semua)

 

BERDISKUSI

 

  1. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang di tiap kelompoknya.
  2. Guru membaginya dengan cara menyebutkan angka. Caranya

a.      Peserta didik berhitung secara berurutan dan masing-masing menghapalkan nomornya.

b.     Jadikan angka 1 sampai sepuluh menjadi dua kelompok yaitu kelompok angka ganjil dan kelompok angka genap.

c.      Jadikan angka 11 sampai angka 20 menjadi dua kelompok yaitu kelompok ganjil dan kelompok genap.

d.     Begitu seterus. Sesuaiakan dengan jumlah peserta didik dalam satu kelas

e.      Guru bisa mengembangkannya berdasarkan jumlah peserta didik

  1. Guru membagikan lembar diskusi kepada tiap kelompok. Contoh lembar diskusi untuk bab “al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup”  sebagai berikut:

Let’s Discuss!

4.

Diskusikan kasus berikut bersama kelompokmu, dan jangan lupa tulis hasilnya pada kolom bawah!

 

Bahan Diskusi 1

Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup manusia tentu memiliki fungsi yang banyak sekali, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan pemahaman banyak orang akan cara menfungsikannya dalam kehidupannya. Untuk itu, diskusikan dengan temanmu tentang hal-hal yang dapat kalian lakukan dalam rangka menfungsikan Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupanmu!

 

60 menit

Demikian posting atau semacam tawaran dari kami. maaf, jika postingan RPP Lengkap Al-Qur’an Hadis Kelas VII ini kurang anda sukai. Tetapi ya namanya juga usaha. Saling membantu, bukankah itu suatu kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *